Fonotaktis



PRASYARAT: Inventaris Bunyi

Dalam sistem fonologi bahasa Mongondow terdapat 6 kaidah fonotaktis terkait pengimbuhan kata dasar. Yaitu:
1 . Kaidah G-
Kaidah ini berlaku pada imbuhan seperti: mog-, pog-, dsb.
Kaidah ini muncul berdasarkan kaidah fonologi prinsipil bahasa Mongondow: klaster konsonan tidak muncul di awal, tengah, maupun akhir kata. Sederhana saja, bila pengimbuhan awalan mengandung bunyi /g/ berpotensi mengakibatkan klaster -gK- di tengah kata hasil pengimbuhan, maka bunyi /g/ “dikorbankan”.
·         mog- + Vokal --> mog-
Contoh: alow --> mogalow, irup --> mogirup
·         mog- + konsonan --> mo-
Contoh: mog + bui --> mobui, mog + kali -->mokali
Kaidah ini tidak berlaku bagi kata adopsi dari bahasa lain yang mengandung klaster -gK-.
Catatan: Perlu diketahui semua imbuhan bahasa Mongondow yang mengandung bunyi /g/ berasal dari imbuhan moyang PAN *maR dan *paR yang merupakan moyang juga dari imbuhan-imbuhan semisal beR- dan peR- dalam bahasa Indonesia. Maka sebagaimana bunyi /r/ dalam imbuhan-imbuhan bahasa Indonesia beradaptasi denga bunyi kata dasar yang diimbuhinya (misalnya: beR+ajaràbelajar, peR+kerjaàpekerja) begitu juga bunyi /g/ dalam imbuhan-imbuhan bahasa Mongondow beradaptasi. Hanya saja aturan main dalam bahasa Mongondow lebih sederhana.
2 . Kaidah N kuat
Kaidah ini berlaku pada imbuhan seperti: mon-, pon-, dsb.
·         mon + t --> mon-
Contoh: takow --> monakow
·         mon + s --> mon-
Contoh: siba’ --> moniba’
·         mon + p --> mom-
Contoh: pili’ --> momili’
·         mon + b --> mom-
Contoh: biag --> momiag
·         mon + k --> moŋ-
Contoh: korut --> mongorut
·         mon + Vokal --> moŋ-Vokal
Contoh: ombal --> mongombal
·         mon + g --> moŋg-
Contoh: giman --> monggiman
·         mon + d --> mond-
Contoh: darit --> mondarit
3 . Kaidah N lemah
Kaidah ini berlaku pada imbuhan seperti molin-, mongin- dsb.
·         molin + t --> molint-
Contoh: togat --> molintogat
·         molin + s --> molins-
Contoh: sindip --> molinsindip
·         molin + d --> molind-
Contoh: darag --> molindarag
·         molin + p --> molimp-
Contoh: pura --> molimpura
·         molin + b --> molimb-
Contoh: bungkut --> molimbungkut
·         molin + k --> moliŋk-
Contoh: kidit --> molingkidit
·         molin + g --> moliŋg-
Contoh: gurang --> molinggurang
·         molin + (selain t,s,d,p,b,k,g) à moli-
Contoh: langgo’ --> molilanggo’
4 . Kaidah Imbuhan -in-
Kaidah -in- hanya berlaku bagi sisipan -in- dan -inum- (lihat kaidah -inum- di bawah).
·         t- + -in- --> sin-
Contoh: turak --> sinurak, tokap --> sinokap
·         -in- + l- --> il-
Contoh: libo’ --> ilibo’
·         -in- + r- --> ir-
Contoh: romput --> iromput
·         -in- + y- --> iy-
Contoh: yambit --> iyambit
·         -in- + h- --> ih-
Contoh: hukum --> ihukum
·         -in- + Vokal --> in-
Contoh: atod --> inatod, inum --> ininum
·         -in- + (selain di atas)--> -in-
Contoh: bongkug --> binongkug, ka’an --> kina’an
Catatan: Sisipan -in- semoyang dengan imbuhan di- dalam bahasa Indonesia (dari etimon PAN *-in-). Oleh karena itu kita akan sering menjumpai sisipan -in- dalam bahasa Mongondow, sesering (bahkan lebih sering dari) kita berjumpa dengan imbuhan di- dalam bahasa Indonesia.
5 . Kaidah Imbuhan -um-
Kaidah ini hanya berlaku bagi sisipan -um-.
·         -um- + Vokal selain i --> um-
Contoh: endeg --> umendeg,
agom --> umagom
·         -um- + i- --> imi-
Contoh: imbolat --> imimbolat
·         b- + -um- + -i- --> imi-
Contoh: bingki’ --> imingki’
·         p- + -um- + -i- --> imi-
Contoh: pilang --> imilang
·         kons.(selain b,p) + -um- + -i- --> -im-
Contoh: kilat --> kimilat, dila’ --> dimila’
·         -um- + (selain di atas) --> -um-
Contoh: duduy --> dumuduy,
layug --> lumayug
6 . Kaidah Imbuhan -inum-
Kaidah ini hanya berlaku bagi sisipan -inum-. Kaidah ini merupakan gabungan dari kaidah -in- dan kaidah -um-.
·         -inum- + l + Vokal selain i --> ilum-
Contoh: languy --> ilumanguy
·         -inum- + li --> ilimi-
Contoh: litu’ --> ilimitu’
·         -inum- + r + Vokal selain i --> irum-
Contoh: rumpug --> irumumpug
·         -inum- + ri --> irimi-
Contoh: rintonow --> irimintonow
·         -inum- + y + Vokal selain i --> iyum-
Contoh: yongkit --> iyumongkit
·         -inum- + yi --> iyimi-
Contoh: yitak --> iyimitak
·         -inum- + Vokal selain i --> inum-
Contoh: andol --> inumandol,
·         -inum- + i --> inimi-
Contoh: i’id --> inimi’id
·         t- + inum + Vokal selain i --> sinum-
Contoh: takoy --> sinumakoy
·         konsonan (selain l, r, y) + -inum- + i --> -inim-
Contoh: kilat --> kinimilat, giow --> ginimiow
·         -inum- + (selain di atas) --> -inum-
Contoh: duduy --> dinumuduy, kuak --> kinumuak
Catatan: Perlu diketahui bahwa salah satu inovasi bahasa Mongondow ketika berevolusi dari bahasa Proto-Gorontalo-Mongondow (PGM) ialah mengubah semua bunyi */ti/ menjadi /si/. Perubahan bunyi tersebut berimbas pula atas kaidah fonotaktis yang berlaku bagi imbuhan-imbuhan yang mengandung bunyi /i/. Ketika bunyi /t/ dari kata dasar bertemu bunyi /i/ dari imbuhan, maka hasilnya bukan /ti/ melainkan /si/.

Asimilasi Sengau pada Kata “kon”
Kata kon merupakan kata sandang yang menandakan peran oblik Nomina Non-Personal. Bagi penutur bahasa Mongondow, ada ketidaknyamanan pengucapan ketika bunyi /n/ diakhir kata kon diikuti langsung oleh konsonan labial atau velar letup (/p/, /b/, /k/, dan /g/) pada awal kata Nomina. Maka ada kecenderungan untuk menyesuaikan bunyi /n/ menjadi bunyi sengau terdekat.
kon diikuti b/p dibaca /kom/
Contoh:
kon baloy dibaca /kom baloy/
kon pintad dibaca /kom pintad/
kon diikuti g/k dibaca /koŋ/
Contoh:
kon gina dibaca /kong gina/,
kon kota dibaca /kong kota/
Selain dari keempat konsonan tersebut, kata kon dibaca /kon/.
Taktik ini berlaku juga pada kata nokon / nongkon “dari, (tadi) pada”
Catatan: ada penutur bahasa Mongondow yang menuliskan kon terlepas dari cara pengucapannya, ada juga penutur bahasa Mongondow yang menuliskan kon, kom, kong, ko sesuai persis cara pengucapannya. Bahkan ada penutur yang menuliskan kon, kom, kong, ko bersambung langsung dengan Nomina obliknya (contoh: konggina). Tidak ada standar yang mengaturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Singog pa kon na'a :)